empty
 
 
14.10.2026 12:47 AM
EUR/JPY. Analisis Harga. Proyeksi. Ketidakpastian Politik di Prancis Menekan Euro

This image is no longer relevant

Pada hari Selasa, meskipun sempat sedikit menguat, pasangan mata uang ini tetap berada di bawah tekanan: yen Jepang menguat di tengah ekspektasi pengetatan kebijakan moneter lebih lanjut oleh Bank of Japan, sementara euro tertekan oleh ketidakstabilan politik di Prancis dan kekhawatiran atas meningkatnya inflasi di zona euro.

Data inflasi terbaru dari Jerman meningkatkan kekhawatiran terhadap tekanan harga yang persisten. Menurut angka yang dipublikasikan Selasa oleh Kantor Statistik Federal Jerman (Destatis), indeks harga konsumen yang diselaraskan (HICP) naik 3,3% year-on-year pada bulan September. Hasil ini sesuai dengan perkiraan dan melampaui 2,9% pada Agustus serta 2,8% pada Juli, yang menunjukkan inflasi sedang meningkat. Dalam skala month-on-month, indeks harga konsumen naik 0,6% dibandingkan 0,2% pada bulan sebelumnya.

Kepala Destatis, Ruth Brand, mengatakan bahwa inflasi Jerman melampaui 3% pada bulan September untuk pertama kalinya sejak Desember 2023. Penyebab utama adalah kenaikan harga energi, termasuk minyak pemanas dan bahan bakar kendaraan bermotor.

Publikasi data ini muncul di tengah ketegangan geopolitik berkelanjutan di Timur Tengah, yang menjaga harga minyak tetap tinggi. Brent memang telah turun dari level tertinggi bulanan di atas $105 per barel, tetapi tetap berada di atas $100.

This image is no longer relevant

Hal ini meningkatkan biaya bagi perusahaan dan rumah tangga di Eropa. Energi yang mahal dan aktivitas ekonomi yang lemah memperbesar kemungkinan terjadinya stagflasi di zona euro. Akibatnya, Bank Sentral Eropa menghadapi tugas yang sulit: bank sentral harus menahan inflasi tanpa semakin memperburuk pertumbuhan. Laju inflasi yang lebih cepat di Jerman dapat mendorong bank sentral mempertahankan sikap kebijakan lebih berhati-hati, yang pada akhirnya dapat membatasi pelemahan euro selanjutnya.

Pada saat bersamaan, ketidakpastian politik di Prancis terus melemahkan daya tarik mata uang tunggal tersebut. Kenaikan utang publik dan kesulitan membangun dukungan di parlemen untuk langkah-langkah konsolidasi fiskal telah mendorong biaya pinjaman Prancis ke level yang terakhir kali terlihat pada masa krisis utang negara di Eropa. Aksi protes mahasiswa yang menuntut peningkatan belanja pendidikan publik menambah satu lagi sumber ketidakstabilan.

Di sisi lain pasangan ini, ekspektasi kenaikan suku bunga lebih lanjut oleh BOJ dan spekulasi mengenai kemungkinan intervensi otoritas Jepang untuk menstabilkan mata uang turut menopang nilai yen Jepang.

Data yang dipublikasikan pada hari Selasa menunjukkan bahwa indeks harga produsen (PPI) Jepang naik 6,8% year-on-year pada bulan September. Meskipun lebih lambat dibandingkan laju kenaikan pada bulan Agustus, angka tersebut menunjukkan tekanan inflasi yang masih bertahan dan memperkuat ekspektasi normalisasi kebijakan moneter lebih lanjut oleh BOJ.

Dalam kondisi ini, pasangan EUR/JPY terjepit di antara dua kekuatan yang saling berlawanan: tekanan inflasi yang persisten di Eropa dan ekspektasi pengetatan moneter di Jepang.

Pertumbuhan harga yang lebih cepat di Jerman dapat mendukung euro dengan memperkuat sikap hati-hati ECB, tetapi risiko politik di Prancis dan kelanjutan permintaan terhadap yen tetap membatasi potensi kenaikan pasangan ini.

Dari sudut pandang teknikal, pasangan ini menemui resistance di EMA 9 hari. Di atasnya, EMA 14 hari di dekat 177,75 akan bertindak sebagai resistance. Untuk meredakan tekanan bearish awal, pasangan ini perlu menembus SMA 20 hari dan level psikologis 179,00. Untuk saat ini, indikator osilator masih negatif, dan kubu bear masih unggul. Jalur dengan hambatan paling kecil tetap mengarah ke bawah.

Tabel di bawah ini menunjukkan persentase perubahan nilai euro terhadap mata uang utama pada hari Selasa. Penguatan euro yang paling menonjol terjadi terhadap dolar AS.

This image is no longer relevant

Recommended Stories

Tidak bisa bicara sekarang?
Tanyakan pertanyaan anda lewat chat.