Lihat juga
Pasar telah bersiap untuk menghadapi kemungkinan menyebarny gejolak fiskal Prancis ke seluruh dunia. Namun, tekanan utama justru datang bukan dari Paris, melainkan dari sektor semikonduktor.
Kinerja Indeks Semikonduktor
Perdagangan AI global mulai terurai. Indeks Semikonduktor Philadelphia telah turun lebih dari 7% dari level tertingginya bulan ini, di tengah aksi jual saham produsen chip yang dipicu kekhawatiran terhadap persaingan dari Tiongkok dan valuasi yang terlalu tinggi.
Untuk sekarang, ini lebih merupakan faktor penghambat bagi dolar AS. EUR/USD naik karena kekuatan ekonomi AS dinilai terlalu berkaitan erat dengan peningkatan produktivitas dari AI, dan keraguan terhadap tren ini secara langsung menekan dolar. Hanya jika koreksi pasar ini berkembang menjadi aksi keluar besar-besaran dari aset berisiko, baru dolar dapat diuntungkan sebagai aset safe haven. Ketergantungannya pada tema AI justru membuat situasi menjadi tidak menguntungkan bagi dolar AS. Deutsche Bank menilai bahwa risiko sistemik utama bagi pasar tahun depan bukan krisis fiskal di Prancis, melainkan gangguan terhadap ekosistem AI. Bank tersebut mengutip proyeksi dari Brookings Institution yang menyatakan bahwa perusahaan perlu menghasilkan lebih dari $3,5 triliun pendapatan tahunan pada 2032 untuk menutup investasi mereka di data center.
Gubernur The Fed, Christopher Waller, memandang ketegangan fiskal Prancis sebagai sinyal peringatan bagi pemerintah yang melakukan belanja berlebihan. Namun, ia menganggap risiko tersebut kurang relevan bagi Amerika Serikat karena pertumbuhan ekonominya yang lebih kuat.
Kinerja Imbal Hasil Obligasi Global
Menurut Christopher Waller, ia tidak terlalu khawatir terhadap kenaikan imbal hasil yang didorong oleh kuatnya pertumbuhan ekonomi, sementara kenaikan yang dipicu oleh kekhawatiran inflasi merupakan persoalan yang berbeda. Permintaan pada lelang Treasury AS sejauh ini belum menunjukkan adanya kekhawatiran terhadap defisit, dan dominasi fiskal—yakni kebijakan moneter yang digerakkan oleh kebutuhan pembiayaan pemerintah—belum terjadi di Amerika Serikat.
Goldman Sachs tidak menutup kemungkinan terjadinya pemulihan taktis pada EUR/USD. Aksi jual terhadap mata uang tunggal tersebut lebih tajam daripada yang dapat dijelaskan oleh fundamental, sementara faktor pendorong positif bagi dolar kecil kemungkinan akan mempertahankan momentum yang sama. Masalah fiskal pernah memengaruhi yen dan pound pada berbagai periode, bukan hanya euro, sehingga masih ada ruang bagi pemulihan taktis.
Dengan demikian, saat ini dolar berada di antara dua narasi yang saling berlawanan. Melemahnya tema AI mendorong EUR/USD naik, sementara kekhawatiran terhadap defisit fiskal Prancis terus mendukung penguatan greenback. Namun, jika Deutsche Bank benar, bahaya nyata bagi dolar justru menunggu di depan karena gangguan pada ekosistem AI dapat menghantam mata uang tersebut jauh lebih keras dibandingkan dengan masalah fiskal Prancis.
Dari sudut pandang teknikal, grafik harian EUR/USD menunjukkan bahwa harga pasangan ini kembali mendekati nilai wajarnya di 1,12. Breakout ke atas level ini akan memberikan dasar untuk membuka posisi long jangka pendek. Penolakan di area tersebut akan menjadi alasan untuk menambah posisi short yang sudah ada pada euro terhadap dolar AS.