empty
 
 
11.08.2026 02:44 PM
Saham pasar berkembang diperdagangkan setengah dari harga S&P — peluang atau jebakan?

This image is no longer relevant

Kesenjangan valuasi antara saham pasar berkembang dan saham AS melebar hingga mencapai rekor tertinggi dalam 20 tahun, menurut laporan Bloomberg.

Indeks MSCI Emerging Markets diperdagangkan pada forward P/E sebesar 9,9, sementara S&P 500 berada di atas 20. Ini menyiratkan diskon sekitar 40–50%. Secara historis, selisih rata-ratanya berada di kisaran 25–28%.

Alasannya jelas: rally kuat pada perusahaan-perusahaan AS yang terkait AI dan kinerja lemah yang berlangsung lama di Tiongkok dan Hong Kong. Kedua pasar itu secara total menyumbang lebih dari seperlima bobot MSCI EM.

Beberapa pasar menunjukkan multiple yang sangat rendah. Turki, misalnya, hanya 4. Brasil 8,2. Argentina 8,6. Filipina 9,5. Dubai 9,4. Sebagai perbandingan, sektor teknologi di Taiwan, India, dan Hong Kong diperdagangkan dengan forward P/E sekitar 17–18.

"Cukup untuk mengatakan bahwa indeks AS tampak mahal secara historis dan sangat terkonsentrasi," ujar James Etay dari Marlborough Investment Management. Ia menilai pembelian MSCI EM adalah salah satu cara untuk melakukan diversifikasi dari pasar AS.

Kenaikan 19% MSCI EM tahun ini sebagian besar didorong oleh perusahaan-perusahaan terkait AI: SK Hynix dan Samsung di Korea Selatan serta Taiwan Semiconductor Manufacturing Co. Namun sejak akhir Februari, setelah pecahnya konflik di Timur Tengah, indeks pasar berkembang secara keseluruhan hanya naik 3%, sementara S&P 500 naik 13%.

This image is no longer relevant

Etay mengatakan ia menghindari saham teknologi Asia yang mudah berfluktuasi dan lebih memilih Amerika Latin, yang ia lihat memiliki lebih banyak nilai serta faktor ekonomi dan politik jangka menengah yang lebih mendukung.

Seiring semakin bergejolaknya rally saham teknologi AI dan menurunnya leverage ritel di Korea Selatan, para investor semakin aktif mencari pasar di luar sektor AI. India kembali masuk radar para manajer: sejak awal tahun, Sensex sudah turun 13% dalam denominasi dolar. India kini dipandang sebagai kisah pertumbuhan dan kemungkinan lindung nilai terhadap risiko yang terkait dengan AI.

Di Tiongkok, guncangan pasokan yang terkait dengan perang dengan Iran telah mengakhiri periode deflasi pada harga produsen. Berlanjutnya pemulihan dalam permintaan konsumen dapat menarik modal dari pihak-pihak yang ingin melakukan diversifikasi dari saham-saham AS.

Namun, kehati-hatian tetap diperlukan: kesenjangan valuasi sebesar ini dapat bertahan selama bertahun-tahun dan mungkin tidak pernah tertutup. Menangkap momen penyesuaian kembali peringkat bukan tugas yang mudah.

Andreeva Natalya,
Analytical expert of InstaTrade
© 2007-2026

Recommended Stories

Tidak bisa bicara sekarang?
Tanyakan pertanyaan anda lewat chat.