Lihat juga
Kemarin, indeks saham ditutup melemah. S&P 500 turun 0,63%, sementara Nasdaq 100 melemah 0,59%. Dow Jones Industrial Average turun 0,59%.
Perdagangan di pasar keuangan global kemarin menunjukkan tren yang beragam, tetapi pagi ini muncul sinyal positif yang menyuntikkan optimisme hati-hati di kalangan investor. Keputusan Presiden AS Donald Trump untuk memperpanjang gencatan senjata dengan Iran, bahkan tanpa adanya perundingan damai langsung, telah menjadi faktor kunci yang membentuk sentimen pasar.
Pagi ini, kontrak berjangka atas indeks saham AS sudah menunjukkan penguatan yang tajam. Para investor menafsirkan perpanjangan gencatan senjata sebagai berkurangnya risiko geopolitik, yang menghilangkan salah satu sumber utama ketidakpastian yang membebani perekonomian global. Tren ini kemungkinan akan berlanjut, karena berkurangnya potensi risiko eskalasi membuka peluang bagi latar belakang ekonomi yang lebih dapat diprediksi dan stabil.
Sementara itu, harga minyak bergerak ke arah sebaliknya. Penurunan harga minyak mentah dapat dikaitkan dengan meredanya kekhawatiran terhadap gangguan pasokan dari Teluk Persia. Meredanya risiko geopolitik yang terkait dengan potensi konflik menormalkan pasokan di pasar minyak, yang pada akhirnya memberikan tekanan menurun pada harga.
Kontrak berjangka atas S&P 500 naik sekitar 0,6%, dan kontrak berjangka atas Nasdaq 100 menguat sekitar 0,7%. Kontrak berjangka Eropa menghapus penurunan sebelumnya dan berbalik naik sekitar 0,1% setelah adanya laporan bahwa Iran telah menerima sinyal bahwa AS siap untuk mencabut blokade di Selat Hormuz.
Minyak mentah acuan global Brent turun 0,9% menjadi $97,63 per barel, dan indeks dolar melemah 0,3%. Pasar saham Asia turun sekitar 0,5%.
Seperti telah disebutkan di atas, Trump mengatakan ia akan memperpanjang gencatan senjata dengan Iran tanpa batas waktu, sambil menuduh pimpinan Teheran mengalami perpecahan internal mendalam yang, menurut pandangannya, menggagalkan perundingan. AS akan menahan diri dari serangan baru, tetapi tetap mempertahankan blokade di Selat Hormuz, dengan navigasi yang masih sangat terbatas.
"Jika mereka ingin duduk di meja perundingan dan membahas serta mencari solusi politik, mereka akan menemukan kami sudah siap," demikian kutipan kantor berita semi-resmi Iran, Tasnim, atas pernyataan duta besar negara itu untuk PBB, Amir-Saeid Iravani. "Jika mereka menginginkan perang, maka Iran juga siap."
Gencatan senjata yang tampaknya terjadi secara luas mendukung aset berisiko, sehingga kelanjutan rally saham menjadi prospek yang realistis.
Terkait gambaran teknikal S&P 500, tugas utama pembeli hari ini adalah menembus level resistance terdekat di $7.125. Hal itu akan membantu indeks ini mendapatkan momentum kenaikan dan dapat membuka jalan menuju lonjakan ke $7.138. Sama pentingnya bagi kubu bullish adalah menjaga harga tetap berada di atas $7.156, yang akan memperkuat posisi pembeli. Jika terbentuk pergerakan turun seiring berkurangnya selera risiko, pembeli harus mempertahankan area sekitar $7.106. Breakout ke bawah level tersebut kemungkinan akan mendorong instrumen ini kembali ke $7.087 dan dapat membuka jalan menuju $7.066.