Lihat juga
Dolar terus mengalami penurunan aktif terhadap aset berisiko. Dolar paling terpukul terhadap euro, yang dibeli secara aktif oleh para trader karena beberapa alasan.
Risiko bahwa negara-negara Eropa yang memegang triliunan dolar dalam bentuk obligasi dan ekuitas AS dapat mulai menjualnya memicu rally kuat euro kemarin. Para pelaku pasar, yang khawatir tentang prospek perang dagang transatlantik, saat ini tidak melihat dolar sebagai aset safe-haven. Meskipun skenario seperti itu tidak mungkin terjadi, bahkan dengan retorika agresif Trump dan langkah-langkah proteksionisnya, kita harus siap menghadapi segala kemungkinan. Para pemimpin Eropa dapat memutuskan untuk mengambil langkah balasan terhadap tarif Trump dengan menggunakan pengungkit keuangan. Menjual aset AS yang dimiliki oleh bank sentral Eropa dan dana kedaulatan dapat secara signifikan melemahkan dolar dan mendestabilisasi sistem keuangan AS.
Tidak ada data zona euro yang dijadwalkan untuk paruh pertama hari ini; hanya pidato oleh Presiden Bank Sentral Eropa Christine Lagarde dan Presiden Bundesbank Joachim Nagel yang diharapkan. Kemungkinan besar, para pembuat kebijakan akan mengomentari Greenland dan langkah-langkah yang mungkin mereka ambil jika Trump melancarkan perang dagang lainnya.
Adapun pound, pada paruh pertama hari ini, CPI Inggris, CPI inti, dan indeks harga input/output akan dirilis. Rilis ini pasti akan memengaruhi sterling, tetapi dampaknya mungkin bersifat sementara dan terbatas, mengingat fokus pasar yang lebih besar pada isu Greenland. Jika data inflasi melebihi ekspektasi, pound mungkin mendapatkan dorongan jangka pendek, karena ini akan memperkuat argumen untuk kebijakan Bank of England yang lebih ketat. Namun, di tengah ketidakpastian keseluruhan dan risiko geopolitik yang meningkat terkait Greenland, para investor tidak mungkin membuat keputusan jangka panjang hanya berdasarkan data Inggris.
Jika data sesuai dengan ekspektasi ekonom, lebih baik menggunakan strategi Mean Reversion. Jika data jauh lebih tinggi atau lebih rendah dari ekspektasi ekonom, sebaiknya gunakan strategi Momentum.